ANTARA
HUJAN DAN AIR MATA
Air
mencurah membasahi dada bumi,
mengalir
deras bak tetesan air mata
kala
hati terluka…
Ke
manakah arahmu?
Menuju
muara atau tersekat dalam timbunan sarap?
Atau
tertimbus di celahan runtuhan batuan?
Luka
mengalirkan darah hanyir likat
rakus
membebat rasa
mengaut
untung dalam kantung
di
celahan deraian tetesan air mata
kemarau
nan kontang
menghantar
haus dahaga,
air
mencurah sehari tak mampu
menghilang
resah setahun
kerana
kemarau lebih lama menghuni
dari
hujan yang mencurah-curah hari ini!!
Mata
melihat akal berputar,
putaran
waktu begitu cepat,
dari
kelam membawa terang
namun,
dalam cerah mentari
masih
juga menghantar suram
anak
watan mampu melihat
terkedu
dalam arus deras metropolitan
berkejar
bersaing merebut hak
adakala
kaki tersadung
luka
bernanah
namun,
penawarnya belum ada
maka
terpesit-pesit menahan sakit,
dan
hati di dalam tersedu menahan tangis...
Ah,
rupanya hujan air mata masih belum reda!!!
~Liza
Isma~
...sekadar
bermain kata, kala menikmati hujan lebat, namun hujan air mata kita pasti
senada...
13
Oktober 2012/12.00 tengah hari
Desa
Pandan, KL.
(kala
hujan membasahi bumi)
No comments:
Post a Comment