Gurindam Sayu Bahasaku
Tuai padi antara masak,
jangan nanti berbuah hampa,
tersedu pak tani, dadanya sebak…
padi yang gugur, hampa belaka,
Tuailah padi yang masak,
padi di kepok bercupak-cupak,
nasi ditanak, beraslah baru,
hidangan bersama sahabat baru….
Lalu..dalam gelita cahaya bersinar,
Dan…dalam lara pak tani pertahankan tanahnya;
namun...akhirnya, rezeki secupak perlu dikongsi
demi sebuah kehidupan…
Kala itu...terciptalah sebuah kisah;
Tanah itu….hak bersama, dan dalam titisan air mata
mereka relakan...
Maka, tika merdeka tercipta… bahasa menjadi satu,
Rakyat berpadu dibawah payung tuanku
Bahasa Melayu pun ditanam, kukuh dan padu,
152 akta termaktub, bersama 153,
Islam terpelihara dalam naungan Tuanku
lambang kedaulatan negara
merdeka dan berdaulat;
demi menjaga sebuah pengorbanan...
lahirnya dalam gembira...tapi jiwanya kelam...
sayu menerima hakikat....
Namun…bahasaku;
Gah di persada dunia, tapi layu di bumi sendiri...
Pohonnya mulai bergegar,
Rakyat leka tidak menabur baja,
tidak bersiram hampir layu…
adakah akan reput dimamah usia??...
Bahasaku dulunya, agung sebagai lingua franca,
Seantro dunia berdagang, Bahasa Melayu sebagai perantara,
Lenyapnya bahasaku, jatuhnya Melaka,
Berkurun lama nasibmu serupa…
hilangnya Tanah Melayu dalam peta dunia,
bahasaku jangan sampai hilang jua…
tapi, realitinya semakin jauh...
leka mencipta nama di persada dunia
bahasaku, kata mereka tak ke mana!!!!…
maka, menangislah Sang Pencinta Bahasa,
haru dalam aliran kemajuan,
tenggelam dibawa arus wawasan,
laungan hanyalah sesekali,
lalu…Bulan Oktober cuba dirai…
Hanya sekadar itu bahasaku, mampu berdiri…
maka...lahirlah, “Bulan Bahasa Kebangsaan”
demi mengangkat martabat di persada...
Tapi, siapakah yang peduli??...
Hanya kami, pencinta bahasa
yang mengerti, betapa laranya nasibmu!!!
Luahan rasa :
za_tintamaya
18 Oktober 2010/6.45 pagi
______________________________________________
(Cetusan rasa – sempena sambutan Bulan Bahasa Kebangsaan SKPJ)
@Hak cipta – Hazliza Ismail'2010
No comments:
Post a Comment